ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Panglima TNI ingatkan penjajahan gaya baru gunakan media sosial
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut
media sosial menjadi salah satu ancaman keutuhan NKRI. Secara tidak sadar
rakyat Indonesia telah 'dijajah' melalui media sosial.
"Medsos menjajah luar biasa. Yang dijajah merasa tidak
dijajah, bahkan mau mengeluarkan uang untuk dijajah," kata Gatot dalam
pidatonya di hadapan ratusan kepala daerah yang mengikuti Pembekalan di BPSDM
Kemendagri, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).
Gatot menjelaskan, media sosial tak memiliki batasan ruang
lingkup hingga bisa memasuki wilayah pribadi. Sering kali masyarakat tanpa
sadar justru membanggakan para penjajah.
"Buktinya media sosial membuat guncangan ekonomi dan
sosial dan bisa juga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," kata Gatot.
Dia mencontohkan kasus penistaan agama yang dengan jelas
melanggar undang-undang. Namun di media sosial justru diubah menjadi konflik
SARA. Bahkan kasus tersebut ikut mengundang pihak asing ikut campur urusan
masalah di Indonesia.
"Bahkan media asing ikut campur urusan Indonesia. Media
asing dan global ikut bicara. Inilah bukti negara kita sangat indah makanya
diperebutkan," tutur Gatot.
Meski begitu Gatot bersyukur masyarakat Indonesia tak mudah
tersulut emosinya. Sehingga bagaimana pun permasalahan yang dihadapi masyarakat
tetap bersatu dan hidup rukun.
"Untungnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang
luar biasa apapun gencatannya tetap bersatu dan yang paling berperan adalah
kepala daerah masing masing," kata Gatot mengakhiri. [noe]

0 Response to "AYO VIRALKAN ...!!!! Panglima TNI ingatkan penjajahan gaya baru gunakan media sosial."
Posting Komentar