ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Panglima TNI: Jangan sampai konflik di Suriah pindah ke Indonesia
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
mengatakan ada sejumlah sel-sel ISIS di Indoensia saat ini. Sel-sel teroris
tersebut kata Gatot bisa kapan saja berkembang bila tak diantisipasi sejak
dini.
"Sel-sel ini sudah terbentuk dari awal. Begitu dibangun
maka, sel-sel ini akan mudah bergabung dengan sel-sel lainnya," kata Gatot
dalam sambutannya di acara Buka Bersama dengan Insan Pers di Balai Sudirman,
Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/6).
Gatot pun mengungkapkan sejak tahun lalu telah menyampaikan
bila Suriah dianggap tidak aman, maka ISIS akan merambah ke Asia Tenggara.
Informasi dari intelijen itu pun nyatanya menjadi kenyataan dengan adanya
peristiwa di Marawi, Filipina saat ini.
"Berdasarkan intelijen di Filipina, di Marawi awalnya
kekuatan ISIS itu sekitar 100. Sekarang kekuatannya 600 orang lebih. Ini yang
harus kita waspadai. Karena kita enggak bisa melihat," cerita Gatot.
Gatot pun bersyukur atas sikap Presiden Filipina, Duterte
yang berkomitmen tidak menjadikan HAM sebagai rujukan dalam menumpas aksi
terorisme. Masuknya ISIS ke Filipina pun kata Gatot bukan tanpa alasan.
Katanya saat pergantian Presiden Amerika Serikat Donald
Trump sempat mendatangi CIA. Trump pun mengatakan bahwa kesalahan Amerika saat
di Irak, yaitu mereka tidak merebut ladang-ladang minyak. Trump juga
menambahkan dalam pemerintahannya, Amerika akan merebut ladang sumber minyak di
Irak.
"Pertanyaannya, ada apa di Filipina? Enggak ada
apa-apa. Itu adanya di Indonesia. Makanya begitu kejadian, TNI melihat, karena ternyata
setelah diadakan pengamatan hampir di semua provinsi kecuali Papua, ada sel-sel
ISIS. Loncatan dari Marawi ke Bitung, Morotai, Tarakan, dan seterusnya, itu
loncatannya yang muda," terang Gatot.
Sebab bila tak lantas segera ditangani, dikhawatirkan akan
banyak tangan-tangan dari luar yang mengatasnamakan kedamaian masuk ke
Indonesia dan mengambil kesempatan dari situasi yang ada.
"Saya ingat Presiden Palestina pernah bilang, dulu
negara saya damai. Tetapi ketika ada konflik, masuk satu negara dan yang
lainnya atas nama kedamaian. Ketika itulah kedamaian hilang," papar Gatot.
Karena itu dia berharap masyarakat Indonesia, untuk tidak
menonjolkan perbedaan apalagi dari sisi agama. Sebab hal itu bisa dimanfaatkan
oleh mereka yang ingin memanfaatkan situasi di Indonesia.
"Itu nanti yang akan diacak-acak. Jangan sampai konflik
di Suriah pindah ke Indonesia. Saya minta media sampaikan ke masyarakat, kalau
ada apa-apa sampaikan kepada aparat," tandas Gatot. [eko]

0 Response to "GEGER..!!! Panglima TNI: Jangan sampai konflik di Suriah pindah ke Indonesia,EMANG KENAPA..??"
Posting Komentar